Semarang, 13 Desember 2019

Dalam rangka meningkatkan dan memperbarui ilmu tentang menulis, Fakultas Bahasa dan Budaya Asing Universitas Muhammadiyah Semarang mengadakan suatu diskusi ilmiah berkaitan dengan menulis ilmiah. Menulis ilmiah merupakan suatu indikator produktivitas dosen sebagai praktik menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Diskusi Ilmiah bertema “Benarkah Dosen (tidak) Memiliki Waktu Menulis?” mendatangkan seorang narasumber yaitu Mohamad Rosyidin. Dalam paparannya, pembicara mengatakan “dosen harus menulis karena kontribusi kemajuan ilmu, membangun reputasi, dan meningkatkan karir akademik sehingga menciptakan luaran seperti HKI, buku ajar, dan atau pemakalah.” Tidak hanya itu, menulis membutuhkan hardskill dan softkill. Hardskill adalah kemampuan penulis untuk bersifat analitik, kreatif, dan kritis, sedangkan softskill adalah kemampuan penulis untuk disiplin dan fokus.

Menulis ilmiah bukan merupakan aktivitas manusia yang tanpa hambatan. Hambatan paling sering terjadi adalah writer’s block. Writer’s block adalah kondisi penulis yang secara tiba-tiba tidak menuliskan ide yang ada di pikirannya. Maka dari itu, penulis diwajibkan untuk berhenti menulis, dan melakukan aktivitas lain yang mendukung, seperti membaca dan mencari celah berbagai penelitian. (bts/admin)

By admin