Category Archives: Berita Dosen

Visiting Lecture dari Holmesglen

Semarang (14/02) – Fakultas Bahasa dan Budaya Asing telah mengadakan Visiting Lecture oleh Adam Kilburn dari Holmesglen Institute, Australia yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang. Acara tersebut diadakan di Gedung Fakultas Kedokteran lantai 3 ruang 308 yang mengangkat tema “Higher Education Perspective Between Australia and Indonesia.”

Acara yang dihadiri oleh para civitas akademika di UNIMUS serta para mahasiswa dari berbagai jurusan berlangsung dengan lancar dan sukses. Pemateri, Adam Kilburn, membawakan materi dengan santai dan tidak terkesan kaku. Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan tema Visiting Lecture kali ini.

Acara ini kemudian ditutup dengan penandatanganan MOU dan juga foto bersama. Dengan adanya acara ini diharapkan akan menambah ilmu dan pengalaman yang berharga untuk semua yang telah hadir dalam acara ini.

Mahasiswa dan Dosen Sastra Inggris Unimus foto bersama dengan Adam Kilburn
Penandatangan MOU antara Holmesglen dan Universitas Muhammdiyah Semarang

Diskusi Ilmiah Dosen Fakultas Bahasa dan Budaya Asing

Semarang, 13 Desember 2019

Dalam rangka meningkatkan dan memperbarui ilmu tentang menulis, Fakultas Bahasa dan Budaya Asing Universitas Muhammadiyah Semarang mengadakan suatu diskusi ilmiah berkaitan dengan menulis ilmiah. Menulis ilmiah merupakan suatu indikator produktivitas dosen sebagai praktik menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Diskusi Ilmiah bertema “Benarkah Dosen (tidak) Memiliki Waktu Menulis?” mendatangkan seorang narasumber yaitu Mohamad Rosyidin. Dalam paparannya, pembicara mengatakan “dosen harus menulis karena kontribusi kemajuan ilmu, membangun reputasi, dan meningkatkan karir akademik sehingga menciptakan luaran seperti HKI, buku ajar, dan atau pemakalah.” Tidak hanya itu, menulis membutuhkan hardskill dan softkill. Hardskill adalah kemampuan penulis untuk bersifat analitik, kreatif, dan kritis, sedangkan softskill adalah kemampuan penulis untuk disiplin dan fokus.

Menulis ilmiah bukan merupakan aktivitas manusia yang tanpa hambatan. Hambatan paling sering terjadi adalah writer’s block. Writer’s block adalah kondisi penulis yang secara tiba-tiba tidak menuliskan ide yang ada di pikirannya. Maka dari itu, penulis diwajibkan untuk berhenti menulis, dan melakukan aktivitas lain yang mendukung, seperti membaca dan mencari celah berbagai penelitian. (bts/admin)

Kuliah Tamu dari Kanada

[Semarang], Program Studi Sastra Inggris mengadakan kuliah tamu yang bertemakan tentang pengelolaan organisasi dan strategi karir masa depan. Kuliah tamu ini menghadirkan Ancessi Camile dan Azeem dari Canada.

Kuliah tamu berlangsung dalam dua hari, yaitu 5 November dan 12 November. Pada tanggal 5 November, mahasiswa diberikan ilmu tentang struktur organisasi, bagaimana menyusun suatu acara, dan bagaimana membuat relasi ke para donatur. Sedangkan tanggal 12 November, mahasiswa belajar tentang bagaimana membuat CV atau biodata diri untuk menunjang karir setelah lulus dari Sastra Inggris Unimus.

Dalam proses pembelajarannya, bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris sehingga acara tersebut juga sekaligus mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa inggris.


DILEMA (Diskusi Lesehan Mahasiswa)

Unimus—Jumat, 19 Juli 2019, telah dilaksanakan Diskusi Lesehan Mahasiswa dengan tema “Politik, Sastra, dan Masa Depan Indonesia”. Mengundang sastrawan senior dari Semarang, Wahyono Gunung Mahesa, dan mahasiswa Sastra Inggris Unimus, Untung Prasetyo Ilham, diskusi berjalan dengan lancar. Diskusi yang dihadiri oleh mahasiswa sastra Inggris dan perwakilan dari ormawa se-Unimus ini berlangsung dari pukul 16.00 hingga 17.00. Pokok bahasan yang diangkat sangat menarik sehingga dalam waktu satu jam, ilmu yang didapat sudah sangat beragam.
Sastra yang menjadi pedang bermata dua dapat digunakan sebagai alat untuk mengkritisi pemerintahan maupun sistem , namun di sisi lain sastra dapat digunakan pula oleh penguasa untuk bisa melanggengkan kekuasaannya. Seperti yg dicontohkan dalam kitab Andapura misalnya yang berisi kebaikan suatu masa pemerintahan, dan juga tulisan Chairil Anwar dan Pramudya Ananta Toer yang berisi perlawanan. Kitab Andapura di mata Mas Gunung tanpa di sadari berperan besar dalam melanggengkan kekuasaan karena membuat rakyat patuh pada peraturan yang ada. Sehingga contoh tersebut merupakan bentuk tulisan yang mendukung pemerintahan. Sedangkan contoh lain yakni tulisan-tulisan dari Pram, Chairil Anwar dan WS Rendra yang merupakan bentuk perlawanan pada pemerintahan.
Disampaikan pula bahwa sastra sudah berkembang sedemikian rupa menjadi seni yg biasa kita nikmati dimana-mana. Sastra berkembang sangat pesat dan komersialisasi karya sastra merupakan suatu bentuk keniscayaan.

Sehingga yang menjadi tanggung jawab bagi kita semua adalah, bukan hanya menikmati karya sastra sebatas hiburan, tapi perlu adanya pemahaman nilai-nilai historis di dalamnya pengenalan lebih mendalam pada tokoh2nya dan kosep serta ideologi mereka.

Sastra tidak pernah mati, tokoh-tokohnya juga tidak pernah mati. Satu hal yang mati adalah kesadaran kita terhadap pentingnya sastra dalam kehidupan di era ini.
Marilah kawan-kawan kita renungkan, hidupkan sastra di hati kita. Sastra memiliki dampak yang luar biasa. Menulislah, berkaryalah. Menulis adalah bentuk perlawanan. Entah itu perlawanan pada diri sendiri maupun perlawanan terhadap ketidaksesuaian pada tatanan

Sastra Inggris dan PBI Unimus Gelar Acara “Discussion On Islam, Diversity, and Peace” Hadirkan Relawan Dari Portugal, Jepang, Dan Italia.

Semarang | Membahas mengenai kerelawanan, ada salah satu organisasi yang dapat mewadahi aktivitas sosial tersebut. Adalah Gerakan Kerelawanan Internasional (GREAT) merupakan organisasi non-pemerintah yang menjembatani kegiatan kerelawanan internasional di Indonesia. GREAT pertama kali didirikan di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 23 Agustus 2015 lalu.

 

Relawan Alice Bisio (Italia) saat memaparkan cerita terkait kegiatan sosialnya

 

Sesuai dengan namanya yang mengandung kata internasional, GREAT mewadahi para relawan asing yang ingin berkontribusi untuk memberikan bantuan sosial kepada anak dan pemuda di seluruh Indonesia. Selain itu, GREAT juga bekerja sama dengan lembaga/organisasi lokal/nasional maupun internasional dalam mewujudkan pelaksanaan program mereka. Menariknya, kegiatan kerelawanan tidak hanya dilakukan di Indonesia, bentuk kegiatan lainnya juga dilakukan dalam lingkup internasional. Demikian yang disampaikan oleh Dian, selaku Ketua dari GREAT saat mengadakan kunjungan di Universitas Muhammadiyah Semarang (24/07/2018). “Jadi, jika kalian tertarik menjadi relawan, tidak menutup kemungkinan untuk kalian beramal di luar negeri bersama GREAT,” imbuhnya.

 

 

 

GREAT sendiri beranggotakan para relawan yang percaya bahwa melalui gerakan ini mereka bisa membantu anak-anak dan pemuda Indonesia tanpa pengecualian dan diskriminasi. Bantuan yang diberikan berupa akses pendidikan, pengalaman, ilmu terapan, dan lain-lain. Dalam kegiatan visiting tersebut, hadirkan empat relawan internasional yaitu Catarina Sousa (Portugal), Shiori Goto (Jepang), Alice Bisio (Italia) dan Martina Mozzati (Italia). Hadir mewakili Unimus, Yesika Maya Ocktarani, S.S., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA) beserta jajaran dosen dan mahasiswa. Adapun hal yang dibahas terkait masalah keberagaman budaya dan agama islam.